Insiden Pasuruan bukti kegagalan Pemerintah…

16 09 2008

Miris rasanya hati ini melihat tayangan di berbagai media yang menyebutkan sekitar 21 orang meninggal dunia karena berdesak-desakan untuk mendapatkan zakat dari seorang dermawan bernama H Saikhon di Gang Pepaya, Jalan dr Wahidin, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Ramadhan yang sedemikian agungnya “ternodai” oleh insiden yang sebetulnya tidak perlu terjadi di negeri yang sedemikaian kaya dengan sumberdaya yang berlimpah ruah. Presiden yang di dalam satu kesempatan sering mengatakan bahwa angka kemiskinan di Negeri ini terus menurun, seakan mendapatkan tamparan yang begitu kerasnya dari insiden Pasuruan ini. Kita tentu berhak mempertanyakan akan data-data yang di pakai oleh pemerintah selama ini di dalam mendata jumlah orang miskin di indonesia, kita tidak perlu jauh-jauh melihat kondisi yang mungkin hampir sama dengan kejadian di Pasuruan, di lingkungan kita saja coba kita lihat,,,setiap ada pembagian sembako ataupun pembagian apapun namanya yang berbau “murah” apalagi Gratis pasti dan sudah tentu akan kita lihat lautan manusia akan membanjiri acara tersebut. Apalagi setelah kebijakan Dzolim Pemerintah yang menaikan harga BBM sudah tidak kehitungan lagi berapa banyak masyarakat yang menderita akibat kebijakan ini. setiap hari kasus-kasus kriminal yang di akibatkan oleh beratnya beban hidup di masyarakat selalu kita jumpai tidak hanya di tempat yang jauh di sana namun di sekitar kita. Dengan Insiden Pasuruan tentunya akan lebih menyadarkan kita bahwa kemiskinan, kekurangan, ketertindasan masih menjadi menu sehari-hari di masyarakat kita yang di karenakan oleh kebijakan-kebijakan yang pro Kapitalis yang jahat bukan lagi pro rakyat. Bukankan Rosulullah SAW pernah menyampaikan pesanya kepada para pemimpin.???  Seorang pemimpin (penguasa) adalah pemelihara dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas pemeliharaan urusan mereka. (HR al-Bukhari).


Tindakan

Information

Satu tanggapan

16 09 2008
yoyo

setuju……

Tinggalkan sebuah tanggapan