PEMILU UNTUK SIAPA..???

23 03 2009

Wajah senyum, pakaian rapi, gaya oke, di tambah slogan-slogan yang menyertai gambar caleg ataupun calon DPD di sepanjang jalan utama bahkan ada yang bergaya bak model, itulah sedikit gambaran para caleg dan calon DPD yang akan bersaing di arena PEMILU tahun 2009 nanti. seoraang penjual jamu yang biasa keliling di satu komplek geleng-gelng kepala sepertinya sedang memikirka siapa yang di coblos ( e..di contreng maksudnya) nantinya. Ketika di tanya, bi pemilu nanti pilih siapa…? oalah… mas aku ga tau, bingung mas, dengan logat jawanya yang khas bibi melanjutkan ucapannya, lha wong aku ngga ngerti siapa-siapa, paling-paling nanti aku pilih gambar itu, sambil menunjuk ke gambar seorang caleg yang fotonya terpajang di depan gangĀ  dengan menggunakan kopiyah haji yang setiap hari bibi jamu lewati. Nasib yang sama saya kira dialami juga oleh jutaan penduduk Negara Indonesia dari sabang sampai merauke, apalagi di daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat kota. Lalu pertanyaannya untuk siapa PEMILU di laksanakan yang menghabiskan ratusan trilyun itu…?? untuk orang yang berduit itu jawabannya, atau dengan kata lain para kapitalis hitam yang rakus dan miskin itu. Bayangkan untuk biaya kampanye yang begitu besarnya dan memerlukan dana yang sangat banya, darimana para caleg itu mendapatkan modal awal kampanye tersebu…? ada dua kemungkina, kemungkinan pertama adalah caleg tersebut memang sangat kaya dan memiliki dana yang melimpah yang nantinya mampu untuk membiyayai dirinya sendiri. kemungkinan kedua caleg tersebut meminta bantuan dari pihak-pihak yang memiliki dana unlimited yaitu para pemilik modal atau para pengusaha. Kedua kemungkinan tersebut diatas sama-sama berbahayanya jikalau nantinya caleg tersebut duduk di kursi anggota dewan. No free lunch itulah kira-kira pepatah yang di jadikan landasan oleh mereka yang telah habis banyak didalam proses dirinya menjadi duduk di parlemen, dampaknya “KEJAR SETORAN” setiap anggota dewan atau anggota DPD atau Kepala Daerah atau Presiden akan habis-habisan mengembalikan modal yang telah di keluarkan selama proses pemilu, bagaimana caranya…?? melakukan penyelewengan itulah salah satu cara untuk mengembalikan modal kampanye, semakin banyak keluar modal dalam kampanye semakin banyak penyelewengan yang terjadi, itulah kira kira kaidah yang terjadi di dunia politik sekuler sekarang dan yang akan datang. lagi-lagi rakyat yang di rugikan, jadi imposible mikirin rakyat yang telah memilihnya namun si caleg yang sudah menjadi anggota tersebut akan secepatnya cari celah untuk mengembalikan modalyang telah keluar.Sebuah penelitian yang di lakukan oleh Transparansi Indonesia menem-patkan DPR sebagai
salah satu sarang korupsi. Menarik disimak data Indonesia Corruption
Watch (ICW) dari Januari hingga Desem-ber 2004 mengenai kasus korupsi
yang melibatkan anggota Dewan menunjukkan beberapa hal. Dari
sisi jumlah kasus, perbuatan korupsi yang meli-batkan anggota DPRD
merupakan jumlah terbanyak, yakni 102 kasus dari total 239 kasus
korupsi yang muncul di sebagian besar wilayah di Indonesia… wow angka yang cukup mencengangkan…..jadi nyata jelas bahwa pemilu yang katanya pestanya rakyat tidak terbukti adanya alias BODONG yang terjadi adalah penipuan terhadap rakyat…..


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar